MAKALAH

RAGAM PENELITIAN PENDIDIKAN

 

 

 

 

 

Dosen Pengampu: Octarina, M.Pd

 

Disusun Oleh: Kelompok 1

1.      Rindi Apriyani (2102101204)

2.      Imilia Triana Febianti (2102101213)

3.      Dimas Hanif P (2102101225)

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PGRI MADIUN

2024

A.    METODOLOGI DAN METODE PENELITIAN

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Menurut David H. Penny, menyatakan bahwa, pelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yangpemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan/mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian sampai menyusun laporannya berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah. Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan,mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbinganTuhan secara sistematis.

Pengertian Metode Penelitian

                 Metode (method), secara harfiah berarti cara.  Metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Lalu ada satu istilah lainnya yang berkaitan dengan 2 istilah ini, yaitu teknik adalah cara yang spesifik dalam pemecahan masalah tertentu yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.

                 Secara umum atau secara luasnya pengertian metode atau metodik artinya adalah ilmu mengenai jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak didik agar bisa tercapai tujuan belajar mengajar. Menurut Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961) mengungkapkan kalau metode mengajar merupakan cara-cara pelaksanaan dari pada siswa-siswa di sekolah. Menurut Pasaribu dan Simanjutak (1982), mengungkapkan kalau metode adalah cara sistematik yang dipakai untuk menggapai tujuan.

Perbedaan Metodologi dengan Metode

                 Metodologi lebih bersifat general. Metodologi adalah sistem perpaduan untuk memecahkan persoalan, dengan komponen spesifiknya adalah bentuk, tugas, metode,teknik, dan alat. Denan demikian, metode berada di dalam metodologi, atau dengan kata lain, metode lebih berkenan dengan tenis saja darikeseluruhan yang dibahas dalam metodologi. Dalam konteks penelitian yang termasuk metode adalah teknik penggalian data, teknik pengelolahan data, penentuan populasi serta sampel dan sejenisnya.

 

B.     JENIS-JENIS METODE PENELITIAN PENDIDIKAN

1)      PENELITIAN KUANTITATIF

a)      Definisi Kuantitatif

Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lainnya menyatakan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Penelitian kuantitaif sebagian besar dilakukan deengan metode statistik yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dari studi penelitian. Dalam metode penelitian ini, para peneliti dan ahli statistik menggunakan kerangka kerja matematika dan teori-teori yang berkaitan dengan kuantitas yang dipertanyakan. Menurut kasiram (2008) penelitian kuantitatif dapat didefinisikan sebagai proses menemukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis keterangan apa yang ingin diketahui.

b)     Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Menurut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002: 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008: 149-150) karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

·         Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau top-down), yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat khusus.

·         Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan menghindari hal-hal yang bersifat subjektif.

·         Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.

·         Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyusun ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hukum-hukum dari generalisasinya.

·         Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dibutuhkan, serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

·         Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan menggunakan alat yang objektif dan baku.

·         Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data.

·         Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.

·         Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.

·         Dalam analisis data, peneliti dituntut memahami teknik-teknik statistik.

·         Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.

·         Penelitian jenis kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah

 

c)      Contoh Judul Penelitian Kuantitatif Khususnya Pada Bidang Pendidikan Dasar Di Jurnal Nasional Dan Internasional.

·         Contoh judul penelitian kuantitatif nasional

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA

 

·         Contoh judul penelitian kuantitatif internasional

Self-Esteem And Conformity to Premarital SexualBehavior In Adolescent GirlsLisa Esi Yulianti

 

2)      Penelitian Kualitatif

a)      Definisi Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif, secara sederhana dapat dipahami sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik dan lebih pada bagaimana peneliti memahami dan menafsirkan makna peristiwa, interaksi, maupun tingkah subjek dalam situasi tertentu menurut perspektif penelitinya. Berikut adalah beberapa defini penelitian kualitatif yang didefinisikan secara beragam oleh para ahli.

Menurut (Moleong, 2013) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya pelaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaat berbagai metode ilmiah.

Menurut (Mulyana, 2008) mendeskripsikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan suatu fenomena dengan cara mendeskripsikan data dan fakta melalui kata-kata secara menyeluruh terhadap subjek penelitian.

Menurut (Creswell W. , 2003) menyatakan bahwa ”a qualitative approach is one in which the inquirer often makes knowledge claims based primarily on constructivist perspectives (i.e. the multiple meaning meaning of individual experiences, meaning socially and historically constructed, with an intent of developing a theory or pattern) or advocacy/participatory perspectives (i.e. political, issue-oriented, collaborative or change oriented) or both”.

Artinya bahwa pendekatan kualitatif merupakan pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif-konstruktif (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu) atau berdasarkan perspektif partisipatori (misalnya: orientasi terhadap politik, isu, kolaborasi atau perubahan); atau keduanya. Hal tersebut di atas menegaskan bahwa pada penelitian kualitatif, pengetahuan dibangun peneliti melalui intepretasi dengan mengacu pada berbagai perspektif dan informasi apa adanya dari subjek penelitian. Berbagai sumber data seperti catatan observasi, catatan wawancara, pengalaman individu dan sejarah dapat digunakan untuk mendukung terbentuknya intepretasi tersebut.

Menurut (David, 2004) bahwa ” the qualitative research is more interested in the fact that meaning come in packages, wholes, ways of life, belief system and so on. Attention to ’meanings; in this sense is a reference to the ’holistic’ fabic of interconnected meaning that form a way of life and wich cannot remain meaningful if they are extracted and broken down into separate units outside of their meaningful context”. Pernyataan tersebut di atas bermakna bahwa penelitian kualitatif digunakan untuk menggali makna perilaku tindakan manusia, dimana interpretasinya tidak dapat digali melalui verifikasi teori sebagai generalisasi empirik seperti yang dilakukan pada penelitian kualitatif. Jadi penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memahami objeknya, dan tidak dimaksudkan untuk generalisasi. Penelitian kualitatif digunakan untuk membuat ekstrapolasi makna pada objek yang diteliti.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut di atas disimpulkan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tertentu. Fenomena ini dapat berupa sesuatu hal yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan sebagainya yang secara holistik dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang menggambarkan kondisi apa adanya. Data yang diperoleh tersebut diolah dengan menggunakan metode kualitatif, dengan analisis data bersifat induktif/kualitatif. Hasil penelitian kualittatif ini lebih menekankan makna daripada generalisasi.

 

b)     Karakteristik Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki beberapa karateristik, Moleong (2005), yaitu :

·         Pola berpikir secara induktif (empiris - rasional atau bottom up). Dilakukan untuk menghasilkan grounded theory, dimana teori yang timbul dari pengumpulan data bukan dari hipotesis seperti halnya pada metode kuantitatif. Penelitiannya akan bersifat generating theory dan teori yang dihasilkan berupa substansif.

·         Perspektif partisipan diprioritaskan dan dihargai sangat tinggi. Peneliti fokus dari sudut padang peneliti partisipan yang ditelitidimana melihat persepsi dan makna sehingga dapat menimbulkan bias (sebagai fakta fenomenologis).

·         Penelitian kualitatif, dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung sehingga tidak membutuhkan rancangan penelitian yang baku.

·         Tujuan penelitian kualitatif pada dasarnya untuk mempelajari dan memahami serta mencari makna di balik data. Tujuan yang lain adalah untuk mencari kebenaran baik secara empiris sensual, empiris logis, maupun empiris logis.

·         Prinsip fenomenologis digunakan sebagai dasar untuk pengumpulan data melalui pemahamam secara mendalam terhadap gejala atau fenomena yang terjadi.

·         Keberadaan peneliti tidak terpisahkan dengan apa yang diteliti.

·         Selama penelitian sedang dan atau telah berlangsung, analisis data dapat dilakukan.

 

c)      Contoh Judul Penelitian Kualitatif

·         Analisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu manajemen sekolah

·         PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

 

3)      Penelitian Tindakan Kelas

a.      Definisi Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris, yaitu Classrom Action Research, yang berarti penelitian dengan melakukan tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi menjadi meningkat. Pertama kali penelitian tindakan kelas diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946, yang selanjutnya dikembangkan oleh Stephen Kemmis, Robin Mc Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan beberapa pengertian PTK berikut:

Pada awalnya penelitian tindakan menjadi salah satu model penelitian yang dilakukan pada bidang pekerjaan tertentu dimana peneliti melakukan pekerjaannya, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu contoh pekerjaan utama dalam bidang pendidikan adalah mengajar di kelas, menangani bimbingan dan konseling, dan mengelola sekolah. Dengan demikian yang menjadi subyek penelitian adalah situasi di kelas, individu siswa atau di sekolah. Para guru atau kepala sekolah dapat melakukan kegiatan penelitiannya tanpa harus pergi ke tempat lain seperti para peneliti konvensional pada umumnya.

Secara lebih luas penelitian tindakan diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.

Dengan semakin mantapnya psikologi kognitif yang mengedepankan aspek konstruktivisme, para guru tidak lagi dianggap sekedar sebagai penerima pembaharuan yang diturunkan dari atas, tetapi guru bertanggung jawab dan berperan aktif untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui penelitian tindakan kelas dalam proses pembelajaran yang dikelolanya. Latar belakang itulah yang melahirkan konsep PTK (Basuki 2009:2)

Kasihani (1999), yang menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian praktis, bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Pada pelaksanaannya, setiap masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluar haruslah masalah yang benar-benar ada dan nyata dialami oleh guru.

Sedangkan menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu, untuk memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dialami guru.

Dari beberapa definisi seperti yang telah dikemukakan dimuka maka ciri utama dari penelitian tindakan adalah adanya intervensi atau perlakuan tertentu untuk perbaikan kinerja dalam dunia nyata. Elliot (1982) mengatakan, “The fundamental aim of action research is to improve practice rather than toproduce knowledge” (Wina 2011:25)

PTK secara lebih sistematis dibagi menjadi tiga kata yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Peneletian yaitu kegiatan mengamati suatu objek tertentu dengan menggunakan prosedur tertentu untuk menemukan data dengan tujuan meningkatkan mutu. Kemudian tindakan yaitu perlakuan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dan kelas adalah tempat di mana sekelompok peserta didik menerima pelajaran dari guru yang sama. (Suyadi,2012:18)

Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang menerapkan tindakan didalam kelas yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu atau dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa periode atau siklus agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan bersama dikelas secara professional sehingga diperoleh peningkatan pemahaman atau kualitas atau target yang telah ditentukan.

 

b.      Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

PTK memiliki karakterlistik tersendiri sebagai pembeda dengan penelitian-penelitian lainya. Adapun beberapa karakteristik tersebut adalah:

1)      PTK hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran perlu diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan tindakan-tindakan tertentu untuk membenahi masalah dalam proses pembelajaran dengan cara melakukan kolaborasi. Menurut Usman (dalam Daryanto,2011:2) guru dengan kompetensi tinggi merupakan seorang yang memiliki kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam bidangnya. Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik dengan maksimal.

2)      Refleksi diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial. Dan ini sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian lainnya yang menggunakan responden dalam mengumpulkan data, sementara dalam PTK pengumpulan data dilakukan dengan refleksi diri. (Tahir,2012:80)

3)      Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi antara siswa dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang dimaksud di sini bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan “tempat” berlangsungnya proses pembelajaran antara guru dan murid. (Suyadi,2012:6)

4)      PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus menerus. PTK dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus mencerminkan peningkatan atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan patokan untuk siklus selanjutnya. Sehingga diperoleh model pembelajaran yang paling baik. (Daryanto,2011:6)

5)      PTK merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru, karena PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfikir Kritis dan sistematis, membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang dapat. Di mana semua itu dapat menunjang kemampuan guru dalam pembelajaran. (Daryanto,2011:6)

6)      PTK bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas. Dengan demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.(Tahir,2012:81)

7)      PTK menggunakaan metode kontekstual. Artinya variable-variable yang akan dipahami selalu berkaitan dengan kondisi kelas itu sendiri. Sehingga data yang diperoleh hanya berlaku untuk kelas itu saja dan tidak dapat digeneralisasikan dengan kelas lain. (Tahir,2012:81)

8)      PTK dalam pelaksanaannya terbagi dalam beberapa pembagian waktu atau siklus. (Sukardi,2011:212)

9)      PTK tidak diatur secara khusus untuk memenuhi kepentingan penelitian semata. melainkan harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang sedang berjalan di kelas tersebut. (Sanjaya,2010:34)

10)  Menurut Ibnu (dalam Aqib, 2009:16) memaparkan bahwa PTK memiliki karakteristik dasar yaitu:

a)      Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi guru;

b)      Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya;

c)      Peneeliti sebagai media yang melakukan refleksi;

d)      Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional; 

e)      Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.

 

c.       Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas

·         PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG MELALUI STRATEGI TRUE OR FALSE PADA SISWA KELAS VI SEMESTER GENAP SDN TEGALSARI 02 AMBULU KABUPATEN JEMBER

·         UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES TENTANG SENAM KESEGARAN JASMANI MELALUI JUMP ROPE DENGAN METODE TASKINVOLVMENT PADA SISWA KELAS V SDN BABAKAN 02

·         UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK PADA PELAJARAN IPA KELAS II SD MUHAMMADIYAH NEGERI SUKONANDI YOGYAKARTA

4)      Penelitian Pengembangan

a)      Definisi penelitian pengembangan

Penelitian pengembangan merupakan konsep yang relatif masih baru di bidang pendidikan. Ilmu pengetahuan dapat dianggap sebagai strategi mencari pengetahuan yang kurang lebih bersifat abstrak yang dinamakan teori. Sedangkan pengembangan adalah penerapan pengetahuan yang terorganisasi untuk membantu memecahkan masalah dalam masyarakat termasuk di bidang pendidikan. Sebuah pertanyaan menarik yang muncul bagi para peneliti, mengingat saat ini penelitian pengembangan menjadi suatu metode penelitaian yang cukup populer dan banyak dipilih sebagai metode penelitian dalam segala bidang kajian, termasuk dalam lapangan pendidikan.

Penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau ingin menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum, sedangkan pengembangan adalah proses atau cara yang dilakukan untuk mengembangkan sesuatu menjadi baik atau sempurna. Kalau arti penelitian dan arti pengembangan dikaitkan menjadi satu kata utuh yaitu penelitian dan pengembangan, maka dapat diartikan sebagai kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang disertai dengan kegiatan mengembangan sebuah produk untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi.

Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggung jawabkan. Produk yang dihasilkan tidak harus berbentuk benda perangkat keras (hardware) namun juga dapat berupa benda yang tidak kasat mata atau perangkat lunak (software). Produk yang dihasilkan (dalam dunia pendidikan) dapat berupa model pembelajaran, multimedia pembelajaran atau perangkat pembelajaran, seperti RPP, buku, modul, LKS, soal-soal dan lain-lain atau bisa juga penerapan teori pembelajaran dengan menggabungkan pengembangan perangkat pembelajaran. Jika penelitian dan pengembangan bertujuan menghasilkan produk maka sangat jelas produk ini adalah objek yang diteliti pada proses awal penelitian sampai akhir, sedangkan jika dilakukan uji coba dalam kelas peserta didik, maka peserta didik adalah subjek penelitian (pelaku). Jadi titik fokus penelitian kita sebenarnya ada pada objek penelitian (produk), sehingga dalam mengambil keputusan tidak mengarah kemana-mana yaitu tetap pada produk yang dikembangkan (objek penelitian).

Penelitian pengembangan memiliki beberapa istilah atau terminologi yaitu Development Research, Developmental Research, Research and Development (R & D), Formative Studies/Research dan Design Research. Strategi untuk mengembangkan sebuah produk pendidikan oleh Borg & Gall (1983) disebut sebagai penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan kadang pula sering disebut suatu pengembangan berbasis pada penelitian atau disebut juga suatu ResearchBased Development. Dalam lapangan pendidikan, penelitian pengembangan hadir belakangan dan merupakan jenis penelitian yang relatif baru.

Menurut Gay (1990) Penelitian Pengembangan adalah suatu usaha untuk mengembangkan suatu produk yang efektif untuk digunakan sekolah, dan bukan untuk menguji teori. Penelitian pengembangan menurut Borg & Gall (1983) adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Penelitian ini mengikuti suatu langkah-langkah secara siklus. Langkah-langkah penelitian atau proses pengembangan ini terdiri atas kajian tentang temuan penelitian produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan-temuan tersebut, melakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar belakang dimana produk itu akan dipakai, dan melakukan revisi terhadap hasil uji lapangan. Penelitian dan pengembangan pendidikan itu sendiri dilakukan berdasarkan suatu model pengembangan berbasis industri, yang temuan-temuannya dipakai untuk mendesain produk dan prosedur yang kemudian secara sistematis dilakukan uji lapangan, dievaluasi, disempurnakan untuk memenuhi kriteria keefektifan, kualitas, dan standar tertentu.

Penelitian pengembangan menurut Seels & Richey (1994), didefinisikan sebagai kajian secara sistematik untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi program-program, proses dan hasil-hasil pembelajaran yang harus memenuhi kriteria konsistensi dan keefektifan secara internal. Lebih jauh menurut Seels dan Richey, dalam bentuk yang paling sederhana penelitian dan pengembangan ini dapat berupa : (1) kajian tentang proses dan dampak rancangan pengembangan dan upaya-upaya pengembangan tertentu atau khusus atau berupa (2) suatu situasi dimana seseorang melakukan atau melaksanakan rancangan, pengembangan pembelajaran, atau kegiatan-kegiatan evaluasi dan mengkaji proses pada saat yang sama atau berupa (3) kajian tentang rancangan, pengembangan, dan proses evaluasi pembelajaran baik yang melibatkan komponen atau proses secara menyeluruh atau tertentu saja. Sedangkan Plomp (1999) menambahkan satu kriteria lagi yaitu “dapat menunjukkan nilai tambah” selain ketiga kriteria tersebut.

Penelitian pengembangan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang dihasilkan. Dalam bidang pendidikan, produk yang dihasilkan antara lain: bahan pelatihan untuk guru, materi /buku belajar, media, soal, sistem pengelolaan dalam pembelajaran, dan lain-lain. Namun pada hakikatnya, suatu penelitian pengembangan dilakukan untuk menjembatani atau memutus kesenjangan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Terkadang seorang peneliti melakukan sebuah penelitian dengan pendekatan penelitian “tradisional” (misalnya penelitian survey, korelasi, eksperimen) dengan fokus penelitian hanya mendeskripsikan tentang pengetahuan, jarang memberikan deskripsi yang berguna bagi pemecahan masalah rancangan dan desain dalam pembelajaran atau pendidikan. Penelitian Pengembangan merupakan strategi penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek.

b)     Karakteristik penelitian pengembangan

Karakteristik penelitian pengembangan yaitu :

1.      Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran.

2.      Melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan.

3.      Mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut.

4.      Melakukan uji lapangan dalam setting atau situasi senyatanya dimana produk tersebut nantinya digunakan.

5.      Melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan.

6.      Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa.

7.      Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli, dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Proses pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan tersebut seyogyanya dideskripsikan secara jelas, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara akademik.

8.      Proses pengembangan model, pendekatan, modul, metode, dan media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporkan secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.

 

c)      Contoh judul penelitian pengembangan khususnya pada bidang pendidikan dasar di jurnal nasional dan internasional

Jurnal Nasional :

·         PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS VIII

Yustianingsih, Rizza, Hendra Syarifuddin, and Yerizon Yerizon. "Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII." JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) 1.2 (2017): 258-274. https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/JNPM/article/view/563

·         PENGEMBANGAN INSTRUMEN SIKAP TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 5 SD

Novitasari, Lailia, and Naniek Sulistya Wardani. "Pengembangan Instrumen Sikap Toleransi Dalam Pembelajaran Tematik Kelas 5 SD." PeTeKa 3.1 (2020): 41-52. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/ptk/article/view/1542

·         PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS INTEGRASI ISLAM-SAINS UNTUK PESERTA DIDIK DIFABEL NETRA MI/SD KELAS 5 SEMESTER 2 MATERI POKOK BUMI DAN ALAM SEMESTA

Yuliawati, F., M. A. Rokhimawan, and J. Suprihatiningrum. "Pengembangan modul pembelajaran sains berbasis integrasi islam-sains untuk peserta didik difabel netra mi/sd kelas 5 semester 2 materi pokok bumi dan alam semesta." Jurnal Pendidikan IPA Indonesia 2.2 (2013). https://journal.unnes.ac.id/nju/jpii/article/view/2719

Jurnal Internasional :

·         PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK BERDASARKAN KERANGKA TEORI PROGRAM FOR INTERNATIONAL STUDENTS ASSESMENT https://www.academia.edu/download/78074688/pdf.pdf 

 

 


1)       

DAFTAR PUSTAKA

Ary Kiswanto Kenedi, et al. “KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA.” Numeracy, vol. 5, no. 2, 31 Oct. 2018, pp. 226–235, https://doi.org/10.46244/numeracy.v5i2.396. Accessed 4 Mar. 2024.

Creswell, W. (2003). Research design: qualitative & quantitative approaches. California: Sage Publications, Inc.

David, M. &. (2004). Social research: The basics. Texas: Sage.

Kurniawan, Muhammad. “PENGERTIAN METODE DAN METODOLOGI PENELITIAN.” Www.academia.edu, www.academia.edu/8447520/PENGERTIAN_METODE_DAN_METODOLOGI_PENELITIAN. Accessed 30 Mar. 2024.

Maesari, Mamay. “KONSEP DASAR PENELITIAN KUANTITATIF.” Www.academia.edu, www.academia.edu/17052092/KONSEP_DASAR_PENELITIAN_KUANTITATIF.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yuanda, Rezni. “Perbedaan Metodologi Dan Metode Dalam Penelitian.” Www.academia.edu, 14 Feb. 2013, www.academia.edu/31905294/Perbedaan_Metodologi_dan_Metode_dalam_Penelitian. Accessed 30 Mar. 2024.

Yulianti, Lisa Esi. “Self-Esteem and Conformity to Premarital Sexual Behavior in Adolescent Girls.” Aji Internasional Journal of Social Science, vol. 1, no. 1, 24 Apr. 2022, pp. 1–8, e-journals2.unmul.ac.id/index.php/aijss/article/view/31. Accessed 30 Mar. 2024.

Creswell, W. (2003). Research design: qualitative & quantitative approaches. California: Sage Publications, Inc.

David, M. &. (2004). Social research: The basics. Texas: Sage.

https://www.researchgate.net/profile/Anita-Maharani/publication/359652702_Metodologi_Penelitian_Kualitatif/links/6246f08b21077329f2e8330b/Metodologi-Penelitian-Kualitatif.pdf

https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/64146307/metode__kualitatif_dedi_rianto_rahadi-libre.pdf?1597129684=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DKONSEP_PENELITIAN_KUALITATIF_PLUS_TUTORI.pdf&Expires=1711421688&Signature=aXd6C6uXP8rOGNcxEsZCnDgeXPdivfRGLQCq7zAXwzLCibpAMybmFWvmKJ1uK~u32XhUtN9QjVaYkuKoQhv~h0Zn6Zc0DzN1CANzkB0oNGmx2USdqjqFTHpKGuPDJcS~5dsLInn6IIWi7N9BqJdvr17NHj1~f0BSBG2AtR29mPbbZzv1dzlcZuwHBxoCPrUYNnTjZE7K9WkBx3GGntq6rReRuLy87owueX0BCVakVFXdZDatpXW3omE4QaYgJ~VhjMmDcRlHSwu0lPC~VSRtUAFEipN2mqt2VSLv8nzszJEPzWcbh2-6V8hv1aAy1RFDrfwITglSteYdlJlwrsR5zg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA (karakteristik)

Suyadi, 2012, Buku Panduan Guru Profesional Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah, Yogyakarta : Andi.

Daryanto, 2011, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh- Contohnya, Yogyakarta : Gava Media.

Tahir, Muh., 2012, Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan, Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sukardi, 2011, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta : PT Bumi Aksara.

Aqib, Zainal. 2009, Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya.

https://staffnew.uny.ac.id/upload/132048521/pengabdian/makalah-ppm-ptk-2015.pdf

Rangkuti, Ahmad Nizar. "Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, PTK, dan penelitian pengembangan." (2016). http://repo.uinsyahada.ac.id/951/



Website Universitas PGRI Madiun (url : https://unipma.ac.id)

Website Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Madiun (url : https://ppg.unipma.ac.id)

Website Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun (url : https://fkip.unipma.ac.id)

Website Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas PGRI Madiun (url : https://pmb.unipma.ac.id)

Sistem Informasi Manajemen Universitas PGRI Madiun (url : https://sim.unipma.ac.id)

Laman Akreditasi Universitas PGRI Madiun (url : https://akreditasi.unipma.ac.id)


 

 

Komentar